Rabu, 15 Desember 2010

cerpen "merpati itu milik siapa?


cerpen "merpati itu milik siapa?"
Seperti biasa saat hari minggu,aku coba untuk jalan jalan .kali ini aku jalan ke sebuah mall terkenal di kotaku,aku sendirian.pengen sendiri aja.di loby aku berjalan santai.sambil cuci mata lihat cewek imut dan cantik, membuat betah berlama lama.tapi aku hanya betah,tak melakukan apapun, tak mencoba juga untuk sekedar menegur cewek cewek itu.malu kali,.Ah... enggak juga.dulu akukan juga pacaran.bahkan sang pacar, tercantik di sekolah aku,ada empat ato lima teman yang pengen mendekati cewek aku itu. Tapi aku yang jadi juara,keren khan?dan aku sayang banget sama dia.bukan sayang karena  beliau eh,dia cantik lho.bukan,bukan itu.sumpah dech dirubung semut (semut nakal yang suka berbaris didinding,dan menatap aku curiga.)tapi cewekku itu baek ati,perhatian,ga macem macem.kalo aku bolos ,bukan dicuekin,malah dideketin,di elus kaya bayi.diberi semangat.biar punya masa depan.bayangin coba gimana gag terharu,sekaligus bangga. kapan lagi punya cewek sebaik itu? Susahkan...nyarinya? gak terasa hubungan aku berjalan +- 2 tahun dengan kejadian putus nyambung.kami berpisah setelah lulus sekolah sekaligus putus hubungan secara syah banget.sejak itu aku menjomblo belum berminat untuk nyari lagi.makanya aku sendiri lagi.cukup menikmati wajah wajah imut saja.seperti sekarang. tak terasa hampir 15 menit aku berdiri di mall itu.memandang orang orang berlalu lalang.tiba tiba pandanganku tertuju pada seorang anak kecil umur 2 tahunan sedang digandeng ibu muda, yang wajahnya sangat aku kenal”dewi” batinku,wajahku terasa berubah,ada perasaan panas dingin beradu menjadi satu.salahkah mataku? Apa aku sudah rabun?,baru dua tahun kami berpisah dewi sudah punya momongan,kapan menikahnya? kok ga ngundang ngundang,beribu pertanyaan berebut keluar dari batinku.bukankah selama ini aku menjomblo karena aku sebenarnya masih sayang dia,masih mencintainya dengan tulus (abadi nanjaya)tega banget dia.padahal dulukan sudah berjanji sehidup semati.saat itu kugenggam erat tangannya dan ia berkata” Mas , ke inginanku hanya satu, jika  kelak kita sudah lulus sekolah ,dan sudah bekerja, aku ingin mas melamar aku.aku ingin jadi istri mas,ingin berbakti pada Mas,meski hidup kita pas pasan aku tetap setia pada mas”Serius Wi? Dewi gak nyesel dengan keadan mas seperti ini? Dewikan tahu kalo mas ini hanya seorang anak pegawai rendahan,”gak mas aku gak nyesal.”lebih erat kugenggam tangannya.”aku tidak salah memilih dewi “ bathinku waktu itu.tapi... HARI INI (gak punya hp?   ....ngeri dech) didepan mataku dewi sudah punya baby.hancur lebur rasa hatiku.tapi aku laki laki .sesakit apapun meski kutahan.jangankan mantan pacar pergi dan menikah . Mall ini pun ambruk aku harus lari eh,harus kuhadapi dengan ketabahan, kuusap dadaku ,(ga ada bulunya) kucoba menahan gemuruh jantungku.  Kuhadang langkah Dewi,  hanya beberapa cm aku berada didepannya.Ia terkejut  wajahnya mendongak tepat diwajahku.mata kami beradu.kami diam sesaat,hanya saling pandang “oh Tuhan, mata itu masih indah,mata yang pernah aku miliki. mata yang pernah membahagiakan aku,siapa pemiliknya sekarang?””Mas Aan apa kabar”sapaan Dewi membangunkan aku dari lamunan.aku seolah tak percaya kalau Dewi mantan pacar aku yang masih aku sayangi ada dihadapanku.”oh.e.e.baik,baik.”kataku agak gugup,Dewi mengulurkan tangannya.kusambut tangan halus itu, perasaanku tak karuan,kehangatan itu kembali kurasakan mengaliri seluruh urat urat nadiku membawa kesejukan dan kebahagian. melayang kemasa lalu saat saat indah terulang lagi, meski hanya sesaat.sejenak dadaku bergetar hebat,butuh waktu meredakannya.”Oh,Tuhan sangat kuat pesona wanita di hadapanku ini,sekiranya dia belum menikah jodohkanlah aku dengannya” pintaku dalam hati.Ah...segitu gilanya aku padanya.samakah perasaannya terhadap aku?mustahil.... anak  kecil itu di apa,,,in.? pertanyaan semua orang yang punya kasus yang sama.”mas! melamun lagi? Masih ingat akukan? Kembali Dewi menatap aku.tatapan yang teduh, (pengen ditatap sampe pagi)”masih Wi,ga mungkinlah aku lupa,kan belon pikun.yang ada Dewi yang lupain aku,buktinya udah punya babi,eh baby.”ujarku tersenyum kecut.sementara itu,Dewi malah tersenyum , senyuman yang seolah olah mengejek aku yang belum laku laku.(kalo iya... sakit sekali hati ini, kalo harus memilih mending sakit gigi , dari pada sakit hati.)”Enggak kok mas, masa aku segitunya? kita kan belum 3 tahun pisah, gag mungkinlah semudah itu melupakakanmu,masih banyak lho kenangan kita berdua yang aku simpan dihati,mau bukti? “ entar dulu Dewi” potongku dewi terdiam sesaat.ia menatapku.”sebaiknya kita cari tempat duduk dulu, gag enak ngobrol sambil berdiri dan di lewati banyak orang seperti ini” “oh iya aku lupa Mas, “kamipun buru buru menuju sebuah Cafe dan pesan sedikit makanan.”tadi kamu bicara tentang bukti? Bukti apa Wi?”tanyaku penasaran.:Ya bukti kalau aku masih ingat Mas Aan.”Dewi mengeluarkan dompet dari sebuah tas dan menunjukan sebuah photo padaku.”photo ini sampai sekarang masih kubawa kemanapun aku pergi.terserah mas mau nafsirkan apa.yang jelas photo ini masih aku pegang dan terus aku pegang “ ucap Dewi.Aku sebenarnya terharu, bahkan pengen menitikkan air mata.tapi aku tahan,malu.selain itu aku tidak habis pikir,disatu sisi ia masih ingat aku,seperti aku selalu ingat dia.tapi disisi lain. Ia bawa anak kecil yang bikin aku keki.( keki banget,saking kekinya kupelototi tu anak.Eh malah ngadu ke Dewi,giliran aku yang dipelototi Dewi,gimana... hayoo...!)bersambung...